Health Tip of The Day

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Laman

Kamis, 24 Juni 2010

Pengendalian hama tikus

BAB I
PENDAHULUAN
Upaya pengendalian hama serangga, tikus dan rayap baik dilingkungan perumahan (residential) dilingkungan komersial (commercial), di kantor, di gedung bertingkat, rumah sakit, restoran, swalayan, museum, hotel, maupun dilingkungan industrial telah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama.
Pengendalian hama yang dilakukan selama ini lebih banyak dilakukan dengan mengandalkan penggunaan pestisida & rodentisida saja, sangat jarang pengendalian dilakukan secara komprehensive, yang melibatkan semua aspek yang mempengaruhi keberadaan hama tersebut.
Apabila pengendalian hama hanya mengandalkan penggunaan pestisida saja, maka untuk jangka panjang masalah yang timbul tidak akan teratasi dengan baik, malahan akan menimbulkan masalah baru yakni terjadinya Resistance atau Persistence serta menimbulkan potensial kesehatan manusia, mengancam species non target, dll.
Kehadiran binatang pengganggu mulai dirasakan menimbulkan masalah bila populasinya telah melampaui batas dan menimbulkan problematika kesehatan dan aspek hygiene lingkungan, berbagai kerugian ekonomi dapat ditimbulkan, demikian pula berbagai penyakit tanaman, hewan ataupun manusia dapat ditularkan oleh hama tersebut, antara lain dengan timbulnya berbagai macam penyakit seperti typhus, cholera, pes, malaria dan demam berdarah yang dibawa oleh hama-hama tersebut. Tindakan antisipatif untuk menekan akibat langsung ataupun tidak langsung perlu diupayakan pengelolaan yang komprehensif dan terpadu antara lain dengan program Integrated Pest Management. – IPM. Program pengelolaan ini dapat meliputi Pengendalian Hama Serangga (lalat, kecoa dan nyamuk) dan Pengendalian Hama Rondensia (tikus).



BAB II
ANALISIS PERMASALAHAN
A. PEMBAHASAN
1. RODENT CONTROL (Pengendalian hama tikus)
Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer.
Diperkirakan setiap tahun tikus menghancurkan makanan yang cukup untuk dikonsumsi hingga 200 juta orang. Tikus juga merusak fasilitas/konstruksi gedung, mengerat pintu, melubangi plafond, memakan sabun dan kabel hingga memberikan resiko hubungan pendek listrik hingga terjadi kebakaran. Selain kerugian tersebut diatas biaya pengendalian hama tikus dinilai cukup mahal, di Amerika Serikat dikucurkan dana lebih dari U$D.120 juta.
Banyak metoda yang digunakan dalam mengendalikan tikus, pengendalian terpadu hama tikus dapat dilakukan dengan empat tahap operasional dilapangan :
a. Inspeksi tikus & Initial Survey
b. Sanitasi
c. Rat Proofing
d. Rodent Killing (trapping program dan rodentisida program)
2. Metode yang digunakan
Kombinasi beberapa metoda akan memberikan hasil yang lebih baik dari pada hanya menggunakan satu macam metoda. Pemilihan metoda yang digunakan disesuaikan dengan sasaran dan kondisi lingkungan.
a. Inspeksi Tikus & Initial Survey
Inspeksi tikus sangat penting dilakukan sebelum dilaksanakan program pengendalian tikus, inspeksi yang baik akan memberikan hasil maksimal dalam pengendalian. Initial Survey, ditujukan untuk menentukan kondisi awal atau tingkat serangan dan kerusakan yang ditimbulkan oleh tikus sebelum dilakukan program pengendalian tikus.
b. Sanitasi
Sanitasi sangat diperlukan dalam upaya suksesnya program pengendalian hama tikus. Untuk mendapatkan hasil sanitasi yang baik, kami akan membuatkan beberapa rekomendasi mengenai pengelolaan sampah, menjaga kebersihan area, sistem tata letak barang digudang dengan susunan berjarak dari dinding dan tertata diatas palet, dll.
Tikus menyukai tempat-tempat yang kotor dan lembab. Melakukan sanitasi berarti menghilangkan tempat beristirahat, bersembunyi, berteduh dan berkembang biak bagi tikus, disamping juga menghilangkan makanan tikus.
c. Rat Proofing / Exlucion
Untuk mengendalikan tikus disuatu lokasi diupayakan agar lokasi tersebut tertutup dari celah yang memungkinkan tikus masuk dari luar. Tikus dapat leluasa masuk lewat bawah pintu yang renggang, lewat lubang pembuangan air yang tidak tertutup kawat kasa, lewat shaft yang tidak bersekat atau lewat jalur kabel telepon dan listrik dari bangunan yang tersambung disekitarnya.
d. Rodent Killing
Pengendalian dengan tikus dapat dilakukan dengan dua cara,yakni non kimia sebagai berikut:
• Pengendalian non kimia (trapping)
Trapping adalah satu dari sekian cara yang paling efektif untuk mengendalikan tikus, kelebihan penggunaan sistem trapping :
Ø Trapp sangat aman,karena tidak mengandung racun seperti halnya umpan.
Ø Cepat mendatangkan hasil.
Ø Menghindari tersebarnya bangkai tikus yang sangat sulit ditemukan.
• Pengendalian dengan kimia Rodentisida
Ø POISONING
Poisoning dimaksudkan sebagai peracunan tikus melalui umpan makanan beracun. Keberhasilan poisoning ini tergantung pada bagaimana usaha agar tikus memilih dan menyukai umpan makanan yang dipasang dan tidak memilih atau menyukai makanan lain yang ada disekitarnya.
Umpan makanan haruslah yang preference bagi tikus dan pemasangannya ditempat yang tempatnya mudah didapatkan oleh tikus.
Ø RODENTISIDA
Rodentisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan tikus. Rodentisida yang digunakan adalah rodentisida antikoagulan yang mempunyai sifat sebagai berikut :
• Tidak berbau dan tidak berasa.
• Slow acting, artinya membunuh tikus secara perlahan-lahan, tikus baru mati setelah memakan beberapa kali.
• Tidak menyebabkan tikus jera umpan.
• Mematikan tikus dengan merusak mekanisme pembekuan darah.
Jenis bahan aktif rodentisida adalah boadfakum, kumatetralil atau bromadiolone, Sedangkan untuk area khusus yang sangat sensitif dan memerlukan perlakuan khusus akan digunakan pengumpanan dengan lem tikus yang khusus.
Pelaksanaan pengendalian hama tikus akan dilengkapi dengan laporan lapangan setiap melaksanakan pekerjaan pada tahapan yang dimaksud dan diketahui serta ditanda tangani oleh pejabat/petugas yang ditunjuk oleh perusahaan setempat.



B. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer. Merupakan vektor dari penyakit-penyakit yang membahayakan, seperti : Pes, Salmo-nellosis (meracuni makanan dengan kotorannya), Leptospirosis (terinfeksi penyakit oleh tikus, ketika berenang atau mandi dengan air tercemar), demam yang disebabkan oleh gigitan tikus, dll.
RODENT CONTROL (Pengendalian hama tikus) dengan cara : Inspeksi Tikus & Initial SurveyInspeksi tikus sangat penting. SanitasiRat, Proofing / Exlucion, Rodent Killing, Pengendalian non kimia (trapping) POISONING, RODENTISIDA.
2. Saran
Tikus merupakan hewan pengerat yang membahayakan. Tikus dapat membawa penyakit kepada manusia melalui berbagai macam faktor baik melalui makanan maupun media lain. Berdasarkan hal diatas penulis menyarankan untuk lebih mengenal tikus lebih jauh terutama factor-faktor yang ditimbulkan tikus terhadap kesehatan manusia.








DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Tikus
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.idph.state.il.us/ envhealth/pcp

Tidak ada komentar: